Gen Z Jangan Cuma Tahu Actually dan Literally

Gen Z Jangan Cuma Tahu Actually dan Literally Doang; Bahasa Inggris Harus Jadi Skill Membaca, Menulis, Speaking, Presentasi, Interview, dan Akses Peluang
Di era sekarang, kemampuan bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah. Bagi banyak pelajar, mahasiswa, hingga profesional muda, bahasa Inggris sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari; mulai dari mencari informasi, mengikuti perkembangan dunia digital, membangun relasi, hingga membuka peluang pendidikan maupun karier.
Namun, masih banyak Gen Z yang terjebak pada pola yang sama: merasa cukup karena mengenal beberapa vocabulary populer seperti actually, literally, bro, basically, atau kata-kata yang sering muncul di media sosial.
Padahal, kemampuan bahasa Inggris tidak berhenti pada menghafal kata-kata yang terdengar keren atau sering digunakan di internet.
Di dunia nyata, bahasa Inggris harus berkembang menjadi keterampilan yang dapat digunakan dalam berbagai situasi, mulai dari membaca informasi, menulis dengan jelas, berbicara dengan percaya diri, melakukan presentasi, menghadapi interview, hingga memahami peluang yang ada di depan mata.
Bahasa Inggris Bukan Sekadar Tahu Kata
Di dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan bahasa Inggris saja tidak otomatis membuat seseorang unggul.
Banyak orang sudah memahami grammar dan vocabulary dasar, tetapi masih mengalami kesulitan ketika harus menyampaikan ide dalam meeting, menjawab pertanyaan saat interview, menjelaskan sesuatu kepada orang lain, atau membangun komunikasi yang meyakinkan.
Masalahnya sering kali bukan karena kurang pintar atau kurang memahami grammar.
Yang terjadi justru kemampuan menggunakan bahasa dalam situasi nyata belum terlatih.
Bahasa Inggris bukan hanya tentang mengetahui arti sebuah kata. Lebih dari itu, seseorang perlu memahami kapan kata tersebut digunakan, bagaimana menyusunnya menjadi pesan yang jelas, dan bagaimana membuat orang lain memahami maksud yang ingin disampaikan.
Vocabulary yang Tepat Membantu Pesan Lebih Kuat
Misalnya, seseorang mungkin mengetahui arti kata important. Namun dalam situasi tertentu, pilihan kata seperti essential, valuable, significant, atau crucial dapat membuat pesan terdengar lebih tepat sesuai konteks.
Begitu juga ketika seseorang terlalu sering menggunakan kata good, nice, atau very. Padahal ada banyak pilihan kata lain yang dapat membantu pesan menjadi lebih spesifik dan lebih kuat.
Contohnya:
Very good → Excellent
Very important → Crucial
Very happy → Delighted
Very big → Massive
Very bad → Terrible
Kemampuan memilih kata yang sesuai inilah yang kemudian berpengaruh pada cara seseorang berbicara, menulis, maupun membangun kepercayaan diri saat berkomunikasi.
Skill yang Bisa Dipakai di Dunia Nyata
Bagi pelajar dan mahasiswa, kemampuan ini dapat diterapkan dalam banyak hal, seperti:
Presentasi di kelas
Diskusi kelompok
Organisasi
Pembuatan konten
Persiapan interview
Persiapan masuk dunia kerja
Sementara bagi profesional muda, kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara efektif dapat membantu ketika harus menyampaikan ide, membangun relasi, melakukan negosiasi, hingga meningkatkan kredibilitas diri.
Bagi pembaca di Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Ketapang, Sintang, Sekadau, Sanggau, Sambas, Bengkayang, Landak, Melawi, Kapuas Hulu, dan Kayong Utara, nilai praktis yang bisa diambil bukan hanya tentang menambah daftar vocabulary baru.
Yang lebih penting adalah bagaimana menggunakan bahasa untuk menyampaikan ide dengan lebih jelas, lebih percaya diri, dan lebih meyakinkan.
Karena pada akhirnya, bahasa Inggris bukan tentang seberapa banyak kata yang kamu hafal.
Tetapi tentang seberapa baik kamu menggunakannya untuk membuka peluang.
Baca juga: Yz-Course Pontianak, ekosistem pembelajaran bahasa Inggris pertama di Kalimantan Barat.
Referensi sumber: English for Specific Purposes Journal, ELT-Lectura Journal, dan International Journal of Business, English, and Communication (IJoBEC).