Figure of Speech Bikin English Kamu Nggak Datar

Tagline: Kalimat English bisa lebih hidup kalau kamu paham cara mainin makna.
Kalau kamu pernah dengar kalimat “I have a million things to do”, itu bukan berarti orangnya benar-benar punya sejuta tugas. Itu contoh hyperbole, salah satu bentuk figure of speech atau majas dalam bahasa Inggris.
Figure of speech bikin kalimat terasa lebih ekspresif. Cocok dipakai di storytelling, caption, presentasi kreatif, copywriting, sampai public speaking. Tapi kalau dipakai asal-asalan, kalimatmu bisa terdengar lebay atau malah membingungkan.
Kenapa Materi Ini Penting?
Banyak pelajar hanya belajar English dari pola grammar. Itu penting, tapi belum cukup. Saat kamu mulai membaca artikel, menonton film, mendengar lagu, atau membuat konten, kamu akan sering bertemu ungkapan yang tidak bisa diterjemahkan kata per kata.
Di situlah figure of speech membantu. Kamu belajar membaca makna, bukan cuma arti literal.
Contoh yang Sering Muncul
- Hyperbole: melebih-lebihkan untuk efek kuat.
- Metaphor: membandingkan dua hal tanpa kata “like”.
- Simile: membandingkan dengan “like” atau “as”.
- Personification: memberi sifat manusia pada benda atau ide.
Buat Gen Z yang sering bikin caption, presentasi, konten, atau tugas bahasa Inggris, materi ini bisa bikin tulisan lebih hidup. Tapi kuncinya tetap satu: paham konteks dulu, baru pakai gaya.
Jangan sampai English kamu cuma benar secara grammar, tapi terasa kaku. Latih juga cara membuat ide terdengar punya rasa.
Baca juga: Belajar English lebih terarah di Yz-Course Pontianak.
Referensi media: Wikimedia Commons - Student writing in field notebook