Bukan Cuma Main Medsos, Mahasiswa Diajak Bangun Personal Branding dan Tangkal Hoaks

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, mahasiswa dituntut nggak cuma jadi pengguna teknologi, tapi juga jadi pengguna yang bijak dan kritis. Pesan ini mengemuka dalam Seminar Publikasi Digital Zaman Now yang digelar di Kampus Universitas Patria Artha (UPA), sebagai program kerja Ikatan Mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika.
Dekan Fakultas Teknik Informatika UPA, Andi Nur Putri, menyampaikan bahwa seminar ini dirancang untuk membekali mahasiswa agar mampu membangun personal branding, sekaligus jadi filter terhadap maraknya hoaks di ruang digital. Setiap detik ada ratusan ribu informasi yang beredar, dan sebagian di antaranya hoaks — sehingga kemampuan menyaring informasi jadi skill yang wajib dimiliki mahasiswa sekarang.
Kenapa Ini Penting Buat Mahasiswa
Dalam forum akademik atau seminar teknologi, kemampuan menyampaikan ide sering jadi pembeda. Materi yang bagus tetap bisa terdengar biasa aja kalau pembicara nggak mampu membuka konteks, menjelaskan masalah utama, dan menutup dengan kesimpulan yang mudah diingat.
Mahasiswa di Pontianak dan Kalimantan Barat bisa membaca momen seperti ini sebagai latihan praktis. Bukan cuma soal hadir di acara, tapi bagaimana menyiapkan catatan, memilih data yang relevan, dan mengubah hasil belajar jadi penjelasan yang mudah dipahami pendengar.
Latihan Speaking yang Bisa Langsung Dipakai
Satu cara sederhana adalah pakai pola satu menit: sebutkan topik, jelaskan kenapa topik itu penting, lalu kasih satu contoh dekat. Dalam bahasa Inggris, pola ini bisa dimulai dari kalimat dasar seperti "Today I want to explain...", "The main point is...", dan "One example is...".
Latihan pendek seperti ini membantu mengurangi rasa blank saat harus bicara di depan orang. Pembicara nggak perlu nunggu semua kosakata sempurna dulu — yang lebih penting adalah punya urutan ide, keberanian membuka suara, dan kebiasaan mengevaluasi apakah pesannya udah sampai atau belum.
Mengubah Berita Jadi Latihan Komunikasi
Kabar seperti ini bisa dimanfaatkan jadi bahan latihan, bukan cuma dibaca lewat. Ambil satu informasi utama, ubah jadi tiga kalimat sederhana: apa yang terjadi, kenapa itu penting, dan pelajaran apa yang bisa dibawa ke sekolah, kampus, atau kerja.
Untuk latihan speaking, coba versi pendek satu menit — mulai dari kalimat pembuka, lanjut alasan, tutup dengan contoh dekat. Kalau masih bingung, tulis dulu kata kuncinya sebelum ngomong. Cara ini bikin latihan terasa lebih realistis buat mahasiswa yang ingin lebih percaya diri saat presentasi atau diskusi.
Buat pembaca di Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Ketapang, Sintang, Sekadau, Sanggau, Sambas, Bengkayang, Landak, Melawi, Kapuas Hulu, dan Kayong Utara, nilai praktisnya ada di cara membaca momen, menyusun pesan, dan bikin ide terdengar lebih meyakinkan saat dibawa ke ruang kelas, presentasi, atau obrolan publik.
Belajar yang Lebih Terstruktur di Yz-Course
Belajar sekarang nggak cukup cuma hadir di sesi kelas. Mahasiswa perlu ruang untuk mengulang materi, menyimpan catatan, menerima tugas, melihat progres, dan bertanya saat mulai lupa.
Di Yz-Course, arah belajarnya dibuat lebih terstruktur lewat tutor, classroom digital, forum, materi latihan, dan progress tracking. Cocok buat mahasiswa yang ingin melatih presentasi, speaking confidence, atau persiapan komunikasi untuk dunia kerja setelah lulus.
Yuk konsultasi dulu — cerita target dan jadwal kosong kamu, biar dibantu susun latihan yang paling pas.
Jalur Terkait yang Bisa Dicek
Bandingkan semua paket di /registration-programs → Buka halaman terkait
Referensi sumber: Bukan Sekadar Main Medsos, Mahasiswa UPA Diajak Bangun Personal Branding dan Tangkal Hoaks — Ujung Jari